Wednesday, July 17, 2013

Mengatasi 'Temper Tantrums'

Memasuki tahun kedua usia si kecil, dia mulai belajar untuk menjadi individu yang mandiri dan jangan kaget kalau hal ini membuat riak-riak kecil dalam berkounikasi dari waktu ke waktu hingga ia cukup matang untuk mengekspresikan dirinya. Gejala awal dari proses ini adalah kemampuan anak untuk mulai menolak sesuatu dan bahkan berkata 'tidak!'dengan berbagai gestur, bahkan kerap kali diikuti oleh teriakan dan tantrum seperti merebahkan diri di lantai sambil menendang-nendang kakinya, berteriak, memukulkan kepalannya di lantai dan tak jarang sambil menahan nafasnya. Memang episode ini terdengar mengerikan, tapi percayalah bahwa hal itu adalah sesuatu yang normal (bahkan sehat), karena merupakan cara bagi anak untuk belajar menghadapi konflik dalam usianya yang masih belia.

Coba kita sejenak memposisikan diri menjadi dirinya. Setelah merayakan ulang tahunnya yang pertama anak mulai belajar bahwa dirinya adalah suatu individual yang mandiri dan ia belajar untuk menjadi independen, bahkan orang tuanya pun kerap kali mendukungnya untuk menjadi kuat dan mandiri. Kita menuntunnya untuk bisa berjalan sendiri, memberinya semangat saat ia kerap terjatuh saat belajar berjalan. Akan tetapi saat dia ingin memperluas 'wilayah kekuasaannya'tidak jarang juga orang tua melarang ini -itu, jangan sentuh ini jangan main dengan itu, kita menariknya dari sesuatu yang dia anggap menarik dan patut untuk dijelajahi. Otak belianya belum mengerti mengapa Anda sebagai orang tua kerap kali melarangnya dan juga ia belum fasih berbicara untuk mengungkapkan kekesalannya. Maka satu-satunya cara untuk berekspresi ya itu tadi, dengan bertingkah 'lebay'.

Amukan anak dalam hal ini adalah suatu hal yang nyaris tak dapat dihindarkan. Namun memang kalau kemampuan adaptasi anak cukup tinggi maka ia mungkin tidak akan pernah teriak-teriak histeris atau mengamuk sambil berteriak. Akan tetapi kalaupun anak Anda cenderung menunjukkan 'temper tantrum'hadapilah hal itu dengan tenang. Ingat bahwa ini bukan sesuatu yang abnormal dan juga tidak ada hubungannya dengan apakah Anda merupakan orang tua yang baik atau bukan, sungguh ini hanya tahapan normal dalam perkembangan anak yang segera berlalu (tentu Anda ingin ini segera berlalu dengan cepat) ;)

Berikut adalah beberapa poin yang harus diingat saat menghadapi temper tantrums:
  • Barangkali akan membantu bila Anda menghadapi episode tantrum ini sebagai upaya si kecil untuk menarik perhatian Anda, anggap saja ini sebagai sebuah pertunjukkan, dan ingat satu-satunya penonton yang penting baginya hanya Anda sendiri. Oleh karenanya Anda bisa mengambil alih 'kepemimpinan'dengan segera beralih ke ruangan lain, dan bila ia terus mengikuti ajak bicara baik-baik dan alihkan dia dengan memberikan mainan-mainan kesukaannya.
  • Walaupun tahapan ini adalah sesuatu yang normal, Anda harus menunjukkan arahan apabila tindakannya merusak, misal memecahkan mainan atau benda-benda di rumah, jelaskan padanya sebaik mungkin bahwa hal itu adalah sesuatu yang tidak layak dilakukan.
  • Apabila kejadian ini terjadi di depan umum, nah ini yang bikin keringat dingin. Maka Anda tentu tidak seleluasa saat Anda berada di rumah dan dapat dengan mudah berpindah ruangan. Tidak jarang orang tua habis kesabarannya dan kemudian membentak bahkan memukul sang anak, tentu hal ini tidak ingin kita lakukan dan malah akan membuat tantrumnya menjadi-jadi. Lebih baik bawa dia ke tempat yang lebih sepi dan biarkan dia melampiaskan emosinya sambil diajak bicara dan ditenangkan. Kalaupun itu sulit dilakukan karena misalnya Anda berada di pesawat, kendaraan umum atau tempat lain yang terbatas, coba peluk dia, bicara dengan suara yang menenangkan dan coba mengalihkan perhatiannya pada sesuatu yang kira-kira membuat dia tertarik.
(American Academy of  Pediatrics)

Wednesday, July 10, 2013

Pola Makan Di Tahun Kedua

Si kecil tiba-tiba susah makan setelah melalui ulang tahunnya yang pertama?
Tiba-tiba ia menolak makanan kesukaannya setelah makan satu atau dua sendok?
Anak mulai berontak saat diajak duduk di kursi makan?
Jangan terlalu khawatir, itu biasa terjadi pada kebanyakan anak pada tahap ini. Oleh karenanya adalah hal yang normal apabila pertumbuhan panjang dan berat badan anak juga tidak sedramatis tahun pertama.

Dalam sehari si kecil membutuhkan sekitar 1000 kalori, itu memang bukan jumlah yang banyak, tapi dia akan baik-baik saja kok. Kita bisa membagi pola makannya menjadi 3 kali makan besar dan dua kali makanan ringan, tapi jangan kaget kalau pola makan anak tidak beraturan bahkan boleh dibilang tidak bisa diduga dari hari ke hari. Hari ini dia bisa saja makan seluruh sajian yang Anda hidangkan tapi besok dia bahkan sama sekali tidak mau menyentuhnya. Memang kebutuhan setiap anak berbeda, tergantung dari aktivitas, kecepatan pertumbuhan dan metabolisme tubuhnya.

Hal yang paling penting adalah jadikan saat makan adalah saat menyenangkan buatnya, jangan terlalu memaksanya untuk memakan sesuatu, apalagi kadangkala semakin keras kita memaksa si anak akan makin kuat menolak. Memang dibutuhkan kesabaran dan kreativitas. Tawarkan variasi rasa dan jenis juga presentasi makanan dan biarkan dia memilih apa yang dia suka.

Saat merencanakan menu bagi si kecil pastikan makanannya mengandung cukup lemak atau kolesterol yang dibutuhkan untuk pertumbuhan atau perkembangannya di dua tahun pertama, bahkan separuh bagian makanannya sebaiknya mengandung lemak. Anda kemudian bisa mulai mengurangi asupan lemak ini saat ia memasuki usia dua tahun hingga komposisinya menjadi sepertiga bagian dari menu makanan saat dia mencapai usia tiga atau empat tahun.[]

Tips Menstimulasi Perkembangan Otak Di Tahun Kedua


  • Cara si kecil belajar adalah dengan cara bermain. Pilihlah mainan yang dapat merangsang kreativitasnya untuk berimajinasi.
  • Berikan permainan berupa balok-balok atau mainan lain yang dapat melatih koordinasi mata dan tangannya, gerakan halus juga 'sense of competence'
  • Berikan kontak fisik secara konsisten berupa pelukan dan sentuhan untuk membantu menumbuhkan perasaan aman dan nyaman pada si kecil.
  • Perhatikan ritme dan mood si kecil, berikan respon yang adekuat apabila ia sedang 'bad mood'atau sedang gembira. Jadilah pengasuh yang bersifat suportif namun juga disiplin dan tegas tanpa harus berteriak apalagi memukul.
  • Bicara atau bernyanyilah saat Anda memandakian, mengenakan baju kepada si kecil, memberinya makan, bermain, berjalan dll dengan menggunakan bahasa yang selayaknya Anda gunakan kepada sesama orang dewasa. Dan respon dengan serius ocehannya, si kecil akan merasa saat Anda betul-betul memperhatikan atau pura-pura memperhatikan atau bahkan sama sekali tidak memperhatikan :D
  • Bangun konsistensi, buat jadwal tidur, makan yang tetap sehingga si kecil mulai membangun rutinitas dan disiplin diri.
  • Sebutkan nama-nama benda sambil memperkenalkan kepada si kecil
  • Usahakan untuk membacakan sesuatu kepada si kecil setiap hari. 
  • Jika ingin memperkenalkan bahasa lain kepada anak, konsistenlah dalam mengucapkannya di rumah.
  • Mulai memperkenalkan perihal kemanan kepada anak, erangkan tentang bahaya sesuatu misalnya benda yang tajam atau panas.
  • Pastikan siapapun yang terlibat dalam pengasuhan anak Anda mengerti betul pentingnya pengasuhan dalam kasih dan suasana yang nyaman.
  • Latih anak Anda untuk melihat buku dan menggambar
  • Mulai perkenalkan kata-kata yang mengekspresikan sesuatu seperti 'sakit', 'senang''marah 'dll
  • Luangkan waktu bermain bersama anak Anda di lantai
  • Apabila Anda haru smenitipkan si kecil ke tempat penitipan anak, pilihlah yang baik dalam memberikan afeksi, responsif terhadap kebutuhan anak, baik edukasinya dan aman. Kunjungilah tempat penitipan anak secara berkala untuk melihat aktivitas yang ada di sana. Apabila ada sesuatu yang Anda rasa kurang pas atau bisa ditingkatkan, tentu mereka seharusnya senang menerima masukan dari Anda.
(American Academy of Pediatrics)

Wednesday, June 5, 2013

Kapan Si Kecil Mulai Berjalan?

Pada akhir satu tahun pertama akan terjadi perlambatan dalam pertumbuhan sang buah hati Anda, jika sebelumnya kenaikan berat badan bisa mencapai 1,8 hingga 2 kg dalam empat bulan maka selama tahun kedua total kenaikan berat badannya berkisar antara 1,4 hingga 2,3 kg. Tetaplah sering memperhatikan pertumbuhan si kecil pada tabel pertumbuhan anak yang biasanya ada di buku catatan tumbuh kembang anak yang diberikan saat si kecil lahir. Bagian kepala dan perutnya masih merupakan bagian terbesar dari tubuhnya, maka jangan heran bila perutnya agak membuncit saat ia berdiri tegak.

Apabila buah hati Anda belum bisa berjalan saat ia berusia satu tahun jangan panik dulu, namun dampingi terus ia dalam melatih otot-otot kakinya supaya akhirnya bisa berjalan maksimal dalam enam bulan ke depan. Proses berjalan adalah tahapan penting dalam tumbuh kembangnya dalam tahun kedua ini. Kalaupun si kecil sudah mulai bisa mengambil langkah-langkah kecil, diperlukan satu atau dua bulan lagi agar ia bisa benar-benar berjalan tanpa bantuan. Sesekali ia akan terjatuh dan biarkan ia bangkit dengan caranya sendiri, kadang ia akan membentangkan lengannya lebar di lantai sambil menarik pantatnya ke atas hingga akhirnya ia bisa berdiri sendiri, cara yang aneh bagi kita (padahal mungkin kita dulu melakukan hal yang sama! ;))

Saat si kecil mulai berjalan adalah saat yang mengasyikkan baginya, memang cara jalannya yang tertatih-tatih kerap membuat kita khawatir, juga kerap kali ia akan terjatuh atau terhenti langkahnya dan terduduk bila menemui tikungan atau menginjak permukaan yang berbeda. Butuh beberapa bulan kemudian agar ia bisa jalan dengan tegak, menaiki tangga atau berbelok di tikungan tanpa terjatuh.[]


Tahun Kedua Yang Menyenangkan!

Si kecil baru saja merayakan ulang tahunnya yang pertama? :) Wow, Anda pasti bersuka cita karenanya, rasanya masih kemarin melihat dia, si bayi mungil yang merah baru keluar dari rahim ibunda ya? Alhamdulillah, puji Tuhan, bayi Anda sekarang memasuki tahap pertumbuhan selanjutnya.

Saat ia memasuki tahun kedua, ia mulai dikategorikan sebagai 'toddler', ia akan makin lincah dalam merangkak dan mulai belajar berjalan, bahkan berbicara! Setiap harinya ia akan makin jadi independen, maka saat-saat ia menggelayuti ibunya atau ketergantungan pada Anda akan makin berkurang. Kesadaran ini mungkin membuat perasaan Anda campur aduk antara senang dan sedih - belum lagi kekhawatiran yang mulai muncul memikirkan benturan yang mungkin akan terjadi dengan sang buah hati dan mungkin Anda mulai sudah mengamati benih-benih 'pemberontakan' mulai muncul darinya. Misalkan ia akan menjerit dan menangis saat Anda mengambil sesuatu darinya atau mencegahnya dari berbuat sesuatu, seperti menaiki tangga. Atau ketika Anda menariknya dari sesuatu yang berbahaya seperti saat ia mencoba mendekati kompor yang tengah menyala, biasanya dia akan kembali ke tempat yang sama berulang kali. Atau saat Anda menyiapkan menu makanan yang biasanya menjadi kesukaannya, dia akan menampik dan tak jarang makanan pun tumpah ke lantai dengan sukses, suatu pekerjaan tambahan yang melatih kesabaran bukan?;) Ini adalah saat dimana si kecil bereksperimen dengan "control"- ia ingin mencoba sejauh mana batasan Anda dan dirinya.

Dalam beberapa tahun ke depan, proses eksplorasi sang buah hati terhadap batasan-batasan yang Anda tentukan akan semakin intens. Tapi jangan khawatir, proses ini akan terjadi perlahan-lahan sehingga memberi waktu bagi Anda dan sang buah hati untuk saling menyesuaikan diri. Seorang 'toddler' yang mulai belajar berjalan akan selalu mencari cara untuk melihat dunia sekitarnya dari ketinggian, hal ini kadang membuatnya melakukan hal-hal yang berbahaya seperti naik ke atas meja, kursi atau tangga. Ingatlah bahwa bukan maksudnya untuk melakukan hal yang berbahaya, karena si kecil belum tahu mana yang bahaya mana yang tidak, ia masih banyak tergantung dari Anda untuk menentukan batasan-batasan yang aman baginya.

Ketika si kecil  makin mantap dalam menjejakkan kakinya biasanya ia mulai menunjukan tanda ketegasan, ego dirinya sudah mulai terbentuk, ia bisa mengatakan 'tidak'atau 'no'sebagai kata-kata favoritnya, dan mendekati usia dua tahun ia bisa menunjukkan emosi marahnya (tantrum) saat ia dilarang melakukan sesuatu. Pada saat yang sama, si kecil juga akan menunjukkan posesivitas terhadap mainannya atau orang yang dekat padanya. Jika ia melihat Anda menggendong bayi lain, ia akan menunjukkan protesnya dengan menangis. Apabila anak lain bermain dengan mainannya, ia tidak akan sungkan-sungkan untuk 'bertempur'dalam 'war of possession', dan dalam beberapa bulan kemudian kata 'punyaku"atau 'mine' akan menjadi salah satu kata favoritnya. Ini adalah proses mengenal bentukan dirinya, "milikku", ïbuku", mainanku"sebagai pertanda ego dirinya makin berkembang, suatu keniscayaan yang alamiah. Bersikaplah lembut dan penyayang menghadapi situasi seperti ini, anak yang diasuh dalam kasih sayang tentu akan tumbuh lebih optimal. Enjoy the ride!

Monday, February 25, 2013

Kapan Anak Belajar Bahasa Lain?

Apabila Anda biasa berbicara bahasa lain di rumah, jangan khawatir bahwa hal itu akan membuat bayi Anda bingung dengan mendengar dua bahasa yang berbeda. Faktanya di Amerika jutaan keluarga menggunakan dua bahasa sebagai bagian dari percakapan sehari-hari.

Penelitian dan pengalaman dalam pengasuhan anak menunjukkan bahwa anak-anak yang terbiasa mendengar dua bahasa atau lebih secara konsisten, mereka justru akan bisa belajar bahasa yang bersangkutan secara simultan. Tentu saja anak secara normal akan cenderung untuk lebih dominan memakai salah satu bahasa dan kadang tidak jarang beberapa kata dari satu bahasa akan 'campur aduk', namun lama kelamaan anak akan mulai bisa membedakan satu bahasa dengan lainnya.

American Academy of Pediatric merekomendasikan kepada para orang tua untuk memperkenalkan bahasa baru sedini mungkin sebagai suatu aset yang akan berguna bagi anak untuk bekal hidupnya. Semakin dini bahasa baru diajarkan kepada anak semakin cepat ia dapat mempelajarinya. Sebaliknya akan lebih sulit bagi anak untuk belajar bahasa baru saat ia sudah terbiasa dengan satu bahasa.[]

Monday, February 18, 2013

Obat Flu Untuk Anak

Penting untuk diperhatikan bahwa semua obat flu yang dijual bebas sebenarnya tidak dianjurkan untuk anak di  bawah usia 2 tahun karena risiko efek samping obat yang bisa berakibat fatal. Beberapa penelitian bahkan menyatakan bahwa obat-obat batuk dan flu tidak bekerja baik untuk anak dibawah usia 6 tahun dan efek samping yang ditimbulkan malah bisa lebih berbahaya.

Batuk dan pilek sebenarnya mekanisme alami tubuh untuk mengeluarkan benda asing dan kuman dari saluran nafas, maka sebenarnya tidak ada alasan untuk memberikan obat yang menghilangkan batuk dan pilek pada anak.

Bila bayi anda sulit bernafas karena hidung tersumbat, bisa diberikan larutan garam (saline) dalam kemasan drops atau spray yang dapat dibeli bebas di apotik. Kemudian untuk membantu sang buah hati mengeluarkan lendir dari lubang hidungnya dapat digunakan karet penghisap setiap beberapa jam atau sebelum makan dan sebelum tidur.

Demam juga sering menyertai flu. Untuk membantu meredakan demam tinggi, bisa diberikan parasetamol atau ibuprofen. Namun perhatikan bahwa ibuprofen tidak direkomendasikan untuk anak usia di bawah 6 bulan.[]

Kapan Ke Dokter Bila Anak Kena Flu

Anak yang sudah berusia tiga bulan ke atas biasanya tidak perlu buru-buru dibawa ke dokter apabila ia kena flu, sebaliknya bila masih berusia di bawah tiga bulan disarankan segera periksa ke dokter spesialis anak karena pada usia seperti itu flu bisa cepat berkembang menjadi bronkhitis, croup, atau pneumonia.

Untuk anak usia di atas 3 bulan hubungi dokter bila terdapat gejala seperti berikut :

  • Anak terlihat sulit bernafas, cuping hidung melebar setiap kali ia bernafas (disebut pernafasan cuping hidung)
  • Bibir atau kuku terlihat kebiruan
  • Hidung meler lebih dari 10-14 hari
  • Batuk lebih dari seminggu
  • Nyeri di telinga
  • Suhu badan lebih dari 38,9 C
  • Anak sulit tidur atau rewel terus 
Sayangnya belum ada obat khusus untuk flu, dokter kemungkinan memberikan antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri yang biasanya timbul bersamaan dengan flu, namun antibiotik tidak berefek pada virus. Jadi hal yang terbaik adalah membuat anak merasa senyaman mungkin, pastikan ia istirahat cukup dan banyak mengkonsumsi cairan. []

Bagaimana Anak Tertular Flu

Di antara semua penyakit, biasanya flu atau infeksi saluran nafas merupakan hal yang paling sering mengenai anak. Rata-rata sebanyak 8-10 kali anak akan terkena penyakit ini dalam usia dua tahun pertama, angka itu akan lebih tinggi lagi bila anak sudah mulai bersentuhan dengan lingkunan 'çhild care' atau sekolah, karena infeksi ini mudah menular melalui kontak yang dekat dengan sekitar. Namun jangan khawatir, penyakit ini juga umumnya sembuh sendiri dan tidak mengakibatkan hal yang serius.

Flu diakibatkan oleh virus, suatu makhluk yang super kecil, lebih kecil dari bakteri. Karenanya makhluk ini dapat melayang jauh sesuai dengan kekuatan orang yang bersin atau batuk, makanya penting untuk memakai masker atau menutup mulut apabila sedang batuk atau bersin.

Tapi, virus juga bisa menular secara tidak langsung dengan cara berikut :
Orang yang sakit flu batuk dan bersin walau memakai masker dan menutup dengan sapu tangan atau tisu tapi cairan tersebut kerap kali bersentuhan dengan tangan, bersamaan dengan itu virus pun  berpindah ke tangan. Apabila orang yang sakit ini menyentuh tangan orang lain, misal bersalaman, maka virus akan mudah berpindah ke tangan orang lain tersebut. Kemudian apabila orang yang tangannya sudah terkontaminasi virus ini memegang-megang hidung, virus pun dengan mudah terhirup ke dalam saluran nafas orang ini dan menimbulkan penyakit dalam waktu tertentu.

Virus umumnya memang tak bertahan lama di luar tubuh manusia, namun benda-benda serta lingkungan di sekitar orang yang terkena infeksi virus, misalkan dalam hal ini flu, tetap berisiko tinggi menularkan penyakit.
Oleh karena itu, apabila salah satu anggota keluarga terkena flu, sebaiknya ia istirahat di tempat yang terpisah dan untuk sementara jangan bermain dengan sang buah hati demi mencegah penularan virus.[]



Thursday, February 14, 2013

Kolik Pada Bayi

Apakah bayi Anda mengalami saat rewel dan tidak ada satu pun yang dapat Anda lakukan untuk menenangkannya? Biasanya hal ini terjadi antara pukul 6 sampai 12 malam,justru pada saat kondisi Anda lelah setelah beraktivitas seharian, tentu hal yang sangat menantang bukan? :)
Periode 'rewel' ini bisa dirasakan sebagai hal saat-saat yang menguras banyak energi dan kadang menimbulkan emosi bagi sebagian orang, apalagi jika Anda mempunyai anak lain yang juga membutuhkan perhatian.

Untungnya hal ini tidak berlangsung lama, berawal dari 3 jam sehari dalam 6 minggu pertama kemudian berangsur menurun hingga 1-2 jam per hari hingga usia bayi mencapai  4 bulan. Selama bayi masih bisa tidur tenang setelahnya sebenarnya tidak usah panik. Kira-kira satu dari lima bayi mengalami kolik terutama antara usia dua hingga empat minggu. Kolik adalah suatu kondisi dimana saluran pencernaannya kembung karena berisi banyak udara.

Sayangnya belum ada penjelasan yang pasti tentang mengapa hal ini terjadi. Banyak ahli berpendapat kolik merupakan gejala yang timbul dari sistem saraf yang masih belum bekerja optimal, sehingga bayi cenderung sensitif terhadap rangsangan, dengan demikian seiring dengan pertumbuhan bayi gejala ini akan hilang sendirinya. Biasanya tangisan bayi yang diakibatkan kolik berhenti saat bayi berusia 3 atau 4 bulan, walau kadang ada bayi yang masih mengalaminya hingga usia 6 bulan.

Selain itu kolik juga bisa jadi suatu pertanda sensitivitas bayi terhadap kandungan protein susu yang dikonsumsi oleh sang ibu. Kolik yang tidak mereda juga bisa merupakan tanda adanya kelainan medis berupa hernia atau kelainan saluran pencernaan lainnya.

Walaupun kadang tak ada yang kita bisa lakukan kecuali menunggu saat-saat kolik itu reda dengan sendirinya, namun berikut ini ada beberapa tips yang bisa Anda coba untuk membantu menenangkan sang buah hati.

  • Apabila Anda menyusui, hindarkan makanan atau minuman yang mengandung protein susu (keju, susu, dsb), kafein (teh, kopi, cola, dsb), bawang, kol dan makanan yang berpotensi menimbukan kembung. Apabila bayi Anda minum susu formula, Anda bisa meminta saran dokter anak untuk menggantinya dengan susu yang mengandung protein hydrosylate formula.
  • Jangan terlalu banyak memberi susu bayi Anda.
  • Ajak bayi berjalan-jalan sambil diayun-ayun, gerakan badan dan sentuhan dengan badan yang hangat akan membantu meredakan rasa tidak nyaman yang dialaminya.
  • Memperkenalkan pacifier atau dot (empeng bayi)
  • Tengkurapkan bayi di paha Anda sambil mengelus-elus punggungnya. Tekanan pada perutnya akan membantu meredakan kembung.
Apabila Anda sedang merasa tegang dan tidak dalam kondisi yang prima untuk menenangkan bayi Anda, baik kiranya untuk meminta bantuan kepada orang yang Anda percaya untuk menjaga sang bayi hingga kondisi fisik dan mental Anda siap kembali.[]


Monday, February 11, 2013

Perkembangan Otak Di Tiga Tahun Pertama

Penelitian menunjukkan bahwa dalam kurun waktu tiga tahun pertama kehidupan bayi, otak tumbuh dan berkembang secara signifikan seiring dengan pembentukan pola pikir. Apa artinya ini bagi orang tua? Informasi ini penting bagi orang tua untuk memanfaatkan "golden period" yang ada sebaik mungkin untuk memberikan dukungan bagi sang buah hati agar tumbuh dan berkembang secara fisik, sosial dan kognitif dalam fase awal kehidupannya. Apapun yang terekam dalam tahun pertama akan menjejak selamanya dalam otak anak.

Selama bertahun-tahun banyak orang beranggapan bahwa otak bayi adalah replika orang tuanya yang berbagi kode genetik yang sama. Misalnya, apabila ibu memiliki bakat seni maka anaknya akan cenderung mempunyai bakat yang sama. Walaupun memang faktor genetik berperan pada pembentukan bakat anak, penelitian terbaru menunjukkan bahwa faktor lingkungan juga memegang peran yang tidak kalah penting. Baru-baru ini, para neuroscientists menemukan bahwa pengalaman yang bayi dapatkan akan memberikan dampak yang besar pada pertumbuhan otaknya. Kesimpulannya, baik bakat bawaan ataupun peran  lingkungan sama-sama memegang kunci pada perkembangan anak.

Penelitian juga menunjukkan bahwa dalam masa-masa awal perkembangannya terdapat beberapa hal penting yang bayi butuhkan, sbb:

  • Kebutuhan merasa spesial, dicintai dan dihargai
  • Kebutuhan rasa aman
  • Bayi merasa perlu percaya diri akan harapannya pada lingkungan sekitar
  • Kebutuhan asuhan dan arahan
  • Kebutuhan untuk dipaparkan dengan berbagai macam rangsangan seperti bahasa, bermain, eksplorasi, buku, musik dan mainan yang sesuai dengan usianya.
Walaupun sekilas otak bayi tampak lebih simpel dibandingkan otak dewasa, namun pada kenyataannya otak bayi lebih aktif dua kali lipat dibandingkan otak dewasa. Para peneliti saat ini berkesimpulan bahwa potensi terbesar otak untuk berkembang adalah pada tiga tahun pertama kehidupan seorang anak. Tidak hanya proses belajar yang sangat cepat terjadi di sini, tetapi juga dasar-dasar berpikir, merespon dan kemampuan menyelesaikan masalah dibangun di masa yang dikenal juga sebagai "the golden years". Contohnya kemampuan anak untuk belajar bahasa asing di usia ini akan lebih tinggi dibandingkan orang dewasa sekalipun. Ini berarti bahwa pengaruh dari orang tua dan lingkungan akan membentuk bagaimana seorang anak mengatasi emosi, berinteraksi dengan orang lain, juga bagaimana ia berpikir dan bertumbuh secara fisik.

Baik kiranya bagi orang tua untuk memerhatikan kebutuhan nutrisi anak, lingkungan yang penuh kasih dan responsif, saat bermain yang menyenangkan, dukungan dan kata-kata yang positif, percakapan dua arah, buku-buku dan musik yang baik dan kebebasan bagi sang buah hati untuk mengeksplorasi sekitarnya.

(Sumber: Caring For Your Baby and Young Child. American Academy of Pediatrics. 5th Ed, 2009)

Saturday, February 9, 2013

Kenali Gaya Menyusui Bayi Anda

Setiap bayi ternyata mempunyai gaya menyusuinya masing-masing. Beberapa tahun yang lalu sekelompok peneliti dari Yale University mengelompokkan bayi dalam beberapa macam dan dinamai hal-hal yang menarik.

1. Barracudas
Tipe bayi yang langsung get right down to the business. Segera setelah mereka bersentuhan dengan puting ibu atau susu botol mereka akan meraihnya dan menghisap dengan semangat selama 10-20 menit hingga lama-kelamaan melambat dengan sendirinya.

2. Excited Ineffectives
Tipe bayi ini biasanya terlihat gelisah saat melihat payudara ibu. Saat menyusui cenderung terlihat agak 'sibuk' dengan siklus meraih payudara, melepaskannya dan mulai menangis. Seringkali bayi seperti ini harus ditenangkan terlebih dahulu sebelum disusui. Kunci menyusui bayi seperti ini adalah dengan memberi dia susu sesegera mungkin setelah dia terbangun, sebelum ia sangat lapar. Kadang pancaran air susu yang terlalu kencang membuatnya panik, oleh karena itu bagi ibu-ibu yang memiliki payudara yang aktif memproduksi susu dalam jumlah banyak, memeras sedikit air susu agar mengurangi kekuatan pancarannya sangat membantu supaya bayi tidak tersedak.

3. Procrastinators
Adalah tipe bayi yang tidak suka menyusui melalui botol susu. Apabila Anda terpaksa memberikan susu melalui botol, biasanya sang bayi akan mengalami kesulitan untuk kembali menyusui dari puting. Apabila terlihat gejala seperti ini, lebih baik melanjutkan menyusui dari susu ibu untuk terus menstimulasi produksi ASI. Beberapa posisi juga membantu bayi menyusui dengan nyaman, Anda bisa mendapatkan informasi atau bantuan dari bidan, dokter atau spesialis laktasi di sarana kesehatan terdekat.

4. Mouthers
Bayi tipe ini senang memainkan puting dan 'mencicipi' susu terlebih dahulu sebelum minum susu dengan lahap. Apabila Anda paksakan atau membuatnya terburu-buru minum, justru akan membuatnya menangis kesal sebagai tanda protes. Solusi yang terbaik adalah memberikan sikap toleransi kepadanya. Berikan kesempatan kepada sang buah hati untuk melakukan 'ritual'nya, dalam beberapa menit ke depan ia akan mulai minum dengan lahap, hanya pastikan bahwa bibir dan gusinya berada di daerah areola, bukan di puting payudara , untuk memberikan efek isap yang optimal.

5. Resters
Tipe menyusui bayi ini akan diselingi banyak waktu untuk beristirahat, ia akan berhenti menghisap susu dan bahkan tertidur selama setengah hingga satu jam untuk kemudian bangun dan menuntaskan minum susunya. Pola seperti ini akan membingungkan bagi orang tua, tapi bayi dengan gaya menyusui seperti ini memang tidak bisa diburu-buru. Solusinya bagaimana? Cara terbaik adalah dengan memberinya keluangan waktu untuk menyusui dan bersikap sefleksibel mungkin kepadanya. []

(Sumber: Caring For Your Baby and Young Child. American Academy of Pediatrics. 5th Ed, 2009)

Berapa Kali Sebaiknya Memandikan Bayi?

Sebenarnya bayi Anda tidak perlu dimandikan sering-sering jika daerah sekitar diaper area telah Anda bersihkan dengan baik saat Anda mengganti popoknya. Pada satu tahun pertama tidak perlu memandikannya setiap hari, terutama jika ia tidak terlalu berkeringat, karena terlalu sering memandikan bayi justru akan membuat kulitnya kering dan mudah iritasi.

Penggunaan pelembab yang hipoalergenik dan sabun khusus bayi yang hipoalergenik dan mengandung lebih banyak pelembab sangat membantu beberapa bayi yang kulitnya sensitif.

Mandikan bayi di tempat yang hangat dan tidak terpapar angin langsung. Sekiranya Anda lupa membawa sesuatu atau harus menjawab telepon, angkat bayi Anda serta, JANGAN sekali-kali meninggalkan bayi sendirian di tempat mandi walaupun untuk beberapa detik!

Jika bayi Anda terlihat menikmati kegiatan mandi, berikan waktu lebih untuknya bermain-main dan sesekali percikkan air kepadanya dan bermain-main bersama dengan air supaya ia menjadi lebih bersahabat dan tidak takut air. Bermain air bersama bisa menjadi kegiatan yang sangat menyenangkan! []

Posisi Tidur Bayi

The American Academy of Pediatrics merekomendasikan agar bayi di bawah satu tahun tidur terlentang sebagai posisi tidur yang paling aman. Posisi tidur terlentang menurunkan kemungkinan terjadinya Sudden Infant Death Syndrome (SIDS), suatu sindroma kematian bayi mendadak yang kerap terjadi pada satu tahun awal kehidupannya.

Penyebab utama SIDS belum begitu jelas dimengerti, ada teori yang mengatakan bahwa bayi yang tidur tengkurap menyebabkan asupan oksigen ke otak berkurang dan penumpukan karbon dioksida pada waktu yang bersamaan karena udara yang dihirup bayi dalam posisi tengkurap kurang optimal.

Selain itu, penelitian terbaru mengungkapkan bahwa pada bayi-bayi yang meninggal karena SIDS ditemukan bagian tertentu dari otaknya tidak berkembang baik. Saat bayi mengalami penurunan asupan oksigen selama tidur, mereka belum bisa bereaksi terhadap siatuasi yang dapat mempengaruhi kesehatan mereka atau bahkan membahayakan nyawa mereka. Kasus SIDS paling banyak terjadi pada bayi usia 0 sampai 6 bulan.

Walaupun tidur terlentang direkomendasikan sebagai posisi tidur yang paling aman bagi bayi Anda, namun luangkan waktu saat ia terjaga untuk meletakkan dia dalam posisi terngkurap, hal ini akan membantu menguatkan otot bahu dan leher, juga menghindari bentuk kepala bayi yang datar karena terlalu lama dalam posisi terlentang.[]

Bagaimana Merespon Tangisan Bayi

Menangis adalah cara komunikasi dasar bagi sang buah hati. Dengan menangis ia berusaha memberi tahu Anda apabila ia lapar, merasa tidak nyaman bila popoknya belum diganti, lingkungannya terlalu gaduh atau terlalu terang. Menangis adalah mekanisme bayi melepaskan ketegangannya.

Kadang kala Anda juga memperhatikan bayi menangis tanpa sebab tertentu, Anda sudah ganti popoknya, baru saja diberi makan, dan apapun yang Anda lakukan tidak membuatnya berhenti menangis. Bayi kadang melakukan hal ini untuk membantunya menghilangkan energi berlebih yang ada, sehingga setelah itu dia merasa lebih nyaman dan tidur lebih pulas.

Perhatikan variasi tangisan sang bayi, ada tangisan manja, tangisan kesakitan, tangisan lapar dan lain sebagainya. Jangan khawatir, tidak akan butuh waktu lama bagi Anda untuk mengenali berbagai jenis tipe tangisan sang buah hati tercinta.

Cara terbaik merespon tangisan bayi adalah dengan sesegera mungkin memberikan tanggapan, terutama pada bulan-bulan awal kehidupannya di muka bumi. Jangan khawatir membuat anak menjadi manja dengan melakukan hal tersebut, karena dengan segera merespon kebutuhannya dia akan merasa diperhatikan dan tentu secara otomatis berkurang energi yang dia habiskan untuk menangis.

Berikut beberapa teknik untuk meredakan tangisan bayi Anda:

  • Mengayun-ayun di lengan Anda atau di ayunan bayi.
  • Mengusap kepala dan punggung 
  • Menyanyi atau berbicara
  • Memutar lagu yang menenangkan
  • Mengajak dia jalan-jalan di baby stroller (atau saya tahu persis ada bayi yang baru diam setelah diajak jalan-jalan orang tuanya keliling naik kendaraan ;)
  • Menepuk-nepuk punggungnya apabila ia perlu dibantu untuk bersendawa
  • Mandi air hangat
Apabila semua hal sudah Anda coba dan bayi tetap menangis, kadang Anda hanya harus membiarkannya, tentu dengan catatan sang bayi tidak demam dan tidak ada kondisi klinis lain yang patut diperhatikan. Tidak sedikit bayi yang tidak bisa tertidur jika tidak menangis dulu sebelumnya, dalam hal ini menangis membantu beberapa bayi untuk tidur lebih cepat.

Yang paling penting dalam menghadapi bayi yang menangis adalah Anda harus tenang karena bayi sangat sensitif dengan 'aura ketegangan' yang ada di sekitarnya. Mendengarkan tangisan bayi kadang bisa mengesalkan dan kadang membuat Anda emosi bila kondisi Anda sedang tidak baik. Apabila Anda sedang kesal dengan pasangan, punya masalah di tempat kerja, atau lelah secara fisik, atau kondisi apapun yang tidak mendukung Anda memberikan kasih sayang yang optimal untuk bayi Anda, lebih baik untuk sejenak berikan pengasuhan pada ibu, saudara atau pengasuh yang dapat sementara membantu menenangkan bayi Anda.

Bagaimanapun kesal dan marahnya Anda, JANGAN sekali-kali mengguncang-guncangkan tubuh bayi dengan keras! Hal ini bisa melukai bayi Anda secara psikologis - bayi juga manusia, dia bisa merasa - dan secara klinis hal ini dapat mengakibatkan guncangan di kepalanya yang bisa berakibat kebutaan, gegar otak bahkan kematian. Pastikan Anda memberikan informasi serupa kepada kerabat atau pengasuh yang merawat bayi Anda.

Tentu saja akan ada saat dimana Anda lelah dan kesal ketika anak Anda terus menangis, we are not superwoman anyway! Jangan khawatir, tarik nafas dalam-dalam, hadapi situasi dengan realistik, mintalah pertolongan untuk membantu Anda meringankan pekerjaan Anda sesaat, beristirahatlah, pergi ke spa, salon, pengajian, atau ngafe bersama teman-teman yang menyenangkan sekali-kali, dan Anda akan kembali menghadapi anak Anda dengan segar. Nikmati saja...[]

Luangkan Waktu Untuk Diri Sendiri

Membesarkan anak bagaikan berlari maraton, jika kita berlari kencang sekuat tenaga pada 100 meter pertama seperti pada lomba lari jarak pendek maka dijamin nafas kita akan tersengal-sengal, energi kita merosot drastis dan besar kemungkinan kita tidak akan bisa mencapai garis akhir. Butuh ketahanan fisik, mental, spiritual yang memadai untuk mengasuh anak dengan baik.

Seringkali para ibu sangat tersita perhatian, tenaga dan waktunya mengurus suami, anak dan rumah tangga hingga lupa mengurus diri sendiri. That's a big mistake!  Anak dan suami memerlukan kita dalam kondisi yang prima secara fisik dan mental, jiwa dan raga.

Bayangkan suami kita pulang kerja disambut istri yang cemberut, dengan rol rambut berantakan, daster kumal dan sapu di tangan!..oke..mungkin saya terlalu lebay menggambarkannya. Tapi tidak jarang istri kurang menjaga kebersihan dengan membiarkan aroma bau badan menyebar dan misuh-misuh ngga karuan, mengeluh ini dan itu selama pengasuhan anak. Secara tidak sadar Anda sudah memasuki zona tidak nyaman dan lebih gawat lagi, Anda membuat lingkungan sekitar, orang yang semestinya Anda sirami dengan kasih sayang juga tidak nyaman.

Kunci penting untuk keluar dari masalah itu adalah dengan bersikap adil terhadap diri sendiri. Kenali kebutuhan diri Anda, apakah Anda butuh dzikir lebih lama, membaca buku lebih lama, bermeditasi, yoga, berenang, menyanyi, bermain musik, atau sekedar berbincang dengan sahabat Anda. Luangkan waktu sejenak untuk memberikan hal bagi diri Anda sendiri. Sesekali minta ibu Anda atau keluarga mengasuh sang buah hati dan kerjakan apapun yang bisa membuat Anda bahagia.

Dengan memberi hak mengasuh diri sendiri Anda juga memberikan pasokan energi bagi anak dan keluarga Anda secara tidak langsung. Anda akan menjadi lebih fit dalam mengasuh sang buah hati, lebih fokus dalam memberikan perhatian, dan pada saat yang sama mengajarkan anak menghargai bahwa ibu pun butuh suatu ruang pribadi. Selain itu, anggota keluarga yang lain akan merasa dilibatkan dalam pengasuhan anak Anda, selain melatih sisi sosial anak untuk berinteraksi lebih dekat dengan anggota keluarga lainnya.[]

Anak Akan Meniru Orang Tua

Percaya atau tidak, tapi salah satu cara bagi anak untuk menunjukkan rasa cintanya pada Anda adalah dengan meniru segala gerak-gerik Anda. Hal ini juga merupakan salah satu cara ia belajar memperoleh keterampilan baru dan membentuk kebiasaan juga kepercayaannya dengan meniru apapun yang orang tuanya lakukan, atau dalam kasus tertentu siapapun yang meluangkan waktu banyak bersamanya misalkan nenek atau baby sitter.

Semua kebiasaan sang pengasuh akan terekam dalam pikirannya dan pada akhirnya akan membentuk kepribadian anak. Orang tua yang merokok akan cenderung menjadikan anak melakukan hal yang sama di kemudian hari. Orang tua yang jarang makan sayuran akan mengalami kesulitan menyuruh anaknya makan sayuran, si anak akan berkata "lha wong ...mama sama papa juga ngga makan sayur kok!". Kebiasaan sholat atau beribadah orang tua akan otomatis ditiru sang buah hati. Khusus poin yang terakhir ini berdasarkan pengalaman saya pribadi. Orang tua saya tidak pernah secara ketat menyuruh saya sholat, tapi sejak SMP sampai saat sekarang saya selalu sholat 5 waktu, somehow it gets me sub consciously...apa yang saya lihat sejak kecil sepertinya masuk ke pikiran bawah sadar saya dan membentuk saya seperti yang sekarang ini.

Anak akan cenderung meniru apapun pola asuhan yang ada di sekitarnya, jika ia tumbuh dalam suasana yang penuh cinta, biasa berkomunikasi secara terbuka, bekerja sama dengan harmonis, berbagi tanggung jawab dalam rumah tangga, maka semuanya ini akan dibawa olehnya dalam interaksi dengan orang lain hingga dewasa.[]

Belajar Menjadi Orang Tua

Anda mungkin tahu lebih dari apa yang Anda sendiri bayangkan tentang menjadi orang tua. Selama bertahun-tahun Anda mengamati orang tua Anda sendiri dan juga banyak keluarga lainnya. Mungkin Anda juga tidak jarang mengasuh keponakan Anda atau juga anak tetangga? :) Sebenarnya Anda telah dibekali secara alami bagaimana caranya menjadi orang tua. Atau mungkin Anda sudah berpengalaman membesarkan anak sendiri sebelumnya.

Namun lingkungan kita berubah sangat cepat dan kian kompleks. Metoda yang diterapkan pada seorang anak 4 tahun yang lalu belum tentu akan sesuai dengan saat ini, belum lagi kenyataan bahwa setiap anak adalah seorang individu yang berbeda antara satu yang lain, bahkan dua orang anak yang kembar identik pun mempunyai jalan hidupnya masing-masing.

Membekali diri dengan ilmu yang didapatkan dari berbincang dengan orang tua, teman-teman, buku, internet, organisasi pendidikan atau keagamaan, semuanya itu dapat membuat Anda lebih nyaman dan memberikan rasa aman dalam menghadapi sekian banyak isu yang berkaitan dengan anak Anda.

Semakin Anda menggali informasi, makin terbuka lebar cakrawala Anda dalam memberikan apa yang terbaik bagi sang buah hati. Tentu akan ada saja informasi yang Anda anggap kurang pas untuk Anda terapkan dan Anda tidak perlu selalu mengikuti 100% apa yang Anda baca atau dengarkan. Pada akhirnya hati kecil Anda akan selalu bicara mengenai apa yang baik (thayyib) bagi diri Anda dan sang buah hati. Oleh karenanya kita tidak akan bisa lepas untuk berkomunikasi dengan Sang Pencipta yang telah mendesain semua kehidupan termasuk anak kita sendiri. []

Sayangi Anak Anda Sebagai Individu Yang Utuh

Kenali dan pahami bahwa sang buah hati Anda adalah individu yang unik - berbeda dari yang lain - dan hargai kepribadiannya yang khusus itu.

Kenali kebutuhan dan kekuatannya, sifat dan kelemahannya, selera humornya yang keseluruhan itu mulai tampak saat dia masih bayi.

Jangan membanding-bandingkan bayi Anda dengan yang lain dengan berkata, "Kenapa bayi saya jarang tertawa seperti yang lain?", "Kok bayi saya kulitnya tidak seputih bayi yang lain?", "Kenapa berat badannya tidak sebesar anak itu?", "Kenapa anak itu sudah bisa merangkak di usia 6 bulan, sedangkan anak saya masih berguling-guling pada usianya yang 8 bulan?" dan lain sebagainya. Percayalah bahwa hal ini tidak mengenakkan bagi sang buah hati karena ia peka perasaannya. Anda juga tidak suka dibanding-bandingkan dengan orang lain bukan? Jadi jangan lakukan hal yang Anda tidak ingin dapatkan, apalagi ini bersangkutan dengan buah hati Anda sendiri.

Tentu saja ada batas-batas normal tentang tumbuh kembang anak, misalkan berat badan berdasarkan usia dan jenis kelamin, perkembangan anak pada usia tertentu dsb. Tapi perhatikan bahwa semua itu mempunyai range normal dan ada variasi pada anak tertentu, selama Anda dan petugas kesehatan memantau terus dengan baik dan anak Anda dinyatakan 'dalam batas normal', maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Semakin Anda menerima anak Anda apa adanya dan menghargai ia secara individu, maka semakin besar kemungkinan Anda untuk berhasil membantu menumbuhkan rasa aman, nyaman dan percaya diri  sang buah hati tercinta. Selain itu, Anda akan semakin menikmati peran sebagai orang tua.[]


Friday, February 8, 2013

Anak Adalah Anugerah yang Indah

Anak Anda adalah salah satu anugerah yang indah dalam hidup. Sejak pertama kali Anda memeluk keajaiban ini dalam kasih, hidup Anda terasa berubah menjadi lebih berwarna. Anda akan mengalami berbagai gejolak perasaan yang timbul di dalam hati, ketakjuban, kegembiraan dan kadang diselingi perasaan bingung dan bertanya-tanya apakah diri ini bisa memenuhi setiap kebutuhan sang buah hati dengan baik. Semua perasaan dan pikiran yang sebelumnya tidak pernah Anda alami dan pikirkan timbul, keadaan yang tidak akan pernah dialami kecuali Anda membesarkan seorang makhluk titipan Tuhan dalam genggaman tangan Anda.

Bahkan untuk bisa menggambarkan perasaan orang tua dengan presisi adalah sulit karena ikatan antara anak dan orang tua sangat sangat bersifat pribadi. Mengapa misalnya air mata mengalir saat melihat sang buah hati pertama kali tersenyum atau menjangkau-jangkau Anda dengan tangan mungilnya? Mengapa Anda begitu bangga dengan kata-kata pertamanya? Mengapa jantung Anda berdegup kencang saat pertama kali melihatnya terjatuh? Jawabannya ada pada hubungan yang terjalin erat antara Anda dan sang buah hati.

Welcome to the club and enjoy the ride! :)

(Sumber: Caring For Your Baby and Young Child. American Academy of Pediatrics. 5th Ed, 2009)

Ekspresikan Cinta Anda

Anak membutuhkan cinta. Rasa kasih dan sayang Anda yang tulus akan membangun fondasi yang kuat bagi sang buah hati untuk menyongsong dunia. Hal ini bukan sekedar saran sentimental belaka. Beberapa penelitian ilmiah menunjukkan bahwa cinta, perhatian dan kasih sayang yang diberikan pada anak terutama pada tahun-tahun pertama kehidupannya akan memberikan dampak yang dapat diukur pada pertumbuhan fisik serta perkembangan mental dan emosi anak.

Cinta dan sentuhan sayang bahkan terbukti dapat membantu pertumbuhan otak yang optimal, demikian yang dipaparkan oleh Marian Diamond, seorang neuroscientist dari University of California, Berkeley, yang juga merupakan pengarang buku Magic Trees of the Mind: How to Nurture Your Child's Intelligence, Creativity, and Healthy Emotions From Birth Through Adolescence.

Bagaimana caranya mengekspresikan cinta kita pada anak? Peluk ia, sentuh dengan sayang, senyum yang tulus, berikan dukungan, menjadi pendengar yang baik dan bermainlah dengan sang buah  hati kapanpun Anda bisa. 

Adalah penting untuk merespon kebutuhannya, terutama pada enam bulan pertama usia anak, segera mungkin tenangkan dia ketika ia menangis, para ahli mengatakan jangan khawatir anak akan menjadi manja dengan teknik pengasuhan seperti ini. Bahkan merespon dengan baik sang buah hati baik pada saat dia sedih atau gembira akan membangun kepercayaan dan ikatan emosional yang kuat, hal ini dipaparkan oleh sebuah organisasi nirlaba bernama Zero to Three yang mengkhususkan kegiatan pada kemajuan pertumbuhan bayi, anak dan keluarga.

(Sumber : http://www.babycenter.com/0_what-every-baby-needs-to-thrive_6600.bc)