Coba kita sejenak memposisikan diri menjadi dirinya. Setelah merayakan ulang tahunnya yang pertama anak mulai belajar bahwa dirinya adalah suatu individual yang mandiri dan ia belajar untuk menjadi independen, bahkan orang tuanya pun kerap kali mendukungnya untuk menjadi kuat dan mandiri. Kita menuntunnya untuk bisa berjalan sendiri, memberinya semangat saat ia kerap terjatuh saat belajar berjalan. Akan tetapi saat dia ingin memperluas 'wilayah kekuasaannya'tidak jarang juga orang tua melarang ini -itu, jangan sentuh ini jangan main dengan itu, kita menariknya dari sesuatu yang dia anggap menarik dan patut untuk dijelajahi. Otak belianya belum mengerti mengapa Anda sebagai orang tua kerap kali melarangnya dan juga ia belum fasih berbicara untuk mengungkapkan kekesalannya. Maka satu-satunya cara untuk berekspresi ya itu tadi, dengan bertingkah 'lebay'.
Amukan anak dalam hal ini adalah suatu hal yang nyaris tak dapat dihindarkan. Namun memang kalau kemampuan adaptasi anak cukup tinggi maka ia mungkin tidak akan pernah teriak-teriak histeris atau mengamuk sambil berteriak. Akan tetapi kalaupun anak Anda cenderung menunjukkan 'temper tantrum'hadapilah hal itu dengan tenang. Ingat bahwa ini bukan sesuatu yang abnormal dan juga tidak ada hubungannya dengan apakah Anda merupakan orang tua yang baik atau bukan, sungguh ini hanya tahapan normal dalam perkembangan anak yang segera berlalu (tentu Anda ingin ini segera berlalu dengan cepat) ;)
Berikut adalah beberapa poin yang harus diingat saat menghadapi temper tantrums:
- Barangkali akan membantu bila Anda menghadapi episode tantrum ini sebagai upaya si kecil untuk menarik perhatian Anda, anggap saja ini sebagai sebuah pertunjukkan, dan ingat satu-satunya penonton yang penting baginya hanya Anda sendiri. Oleh karenanya Anda bisa mengambil alih 'kepemimpinan'dengan segera beralih ke ruangan lain, dan bila ia terus mengikuti ajak bicara baik-baik dan alihkan dia dengan memberikan mainan-mainan kesukaannya.
- Walaupun tahapan ini adalah sesuatu yang normal, Anda harus menunjukkan arahan apabila tindakannya merusak, misal memecahkan mainan atau benda-benda di rumah, jelaskan padanya sebaik mungkin bahwa hal itu adalah sesuatu yang tidak layak dilakukan.
- Apabila kejadian ini terjadi di depan umum, nah ini yang bikin keringat dingin. Maka Anda tentu tidak seleluasa saat Anda berada di rumah dan dapat dengan mudah berpindah ruangan. Tidak jarang orang tua habis kesabarannya dan kemudian membentak bahkan memukul sang anak, tentu hal ini tidak ingin kita lakukan dan malah akan membuat tantrumnya menjadi-jadi. Lebih baik bawa dia ke tempat yang lebih sepi dan biarkan dia melampiaskan emosinya sambil diajak bicara dan ditenangkan. Kalaupun itu sulit dilakukan karena misalnya Anda berada di pesawat, kendaraan umum atau tempat lain yang terbatas, coba peluk dia, bicara dengan suara yang menenangkan dan coba mengalihkan perhatiannya pada sesuatu yang kira-kira membuat dia tertarik.
(American Academy of Pediatrics)