Thursday, February 14, 2013

Kolik Pada Bayi

Apakah bayi Anda mengalami saat rewel dan tidak ada satu pun yang dapat Anda lakukan untuk menenangkannya? Biasanya hal ini terjadi antara pukul 6 sampai 12 malam,justru pada saat kondisi Anda lelah setelah beraktivitas seharian, tentu hal yang sangat menantang bukan? :)
Periode 'rewel' ini bisa dirasakan sebagai hal saat-saat yang menguras banyak energi dan kadang menimbulkan emosi bagi sebagian orang, apalagi jika Anda mempunyai anak lain yang juga membutuhkan perhatian.

Untungnya hal ini tidak berlangsung lama, berawal dari 3 jam sehari dalam 6 minggu pertama kemudian berangsur menurun hingga 1-2 jam per hari hingga usia bayi mencapai  4 bulan. Selama bayi masih bisa tidur tenang setelahnya sebenarnya tidak usah panik. Kira-kira satu dari lima bayi mengalami kolik terutama antara usia dua hingga empat minggu. Kolik adalah suatu kondisi dimana saluran pencernaannya kembung karena berisi banyak udara.

Sayangnya belum ada penjelasan yang pasti tentang mengapa hal ini terjadi. Banyak ahli berpendapat kolik merupakan gejala yang timbul dari sistem saraf yang masih belum bekerja optimal, sehingga bayi cenderung sensitif terhadap rangsangan, dengan demikian seiring dengan pertumbuhan bayi gejala ini akan hilang sendirinya. Biasanya tangisan bayi yang diakibatkan kolik berhenti saat bayi berusia 3 atau 4 bulan, walau kadang ada bayi yang masih mengalaminya hingga usia 6 bulan.

Selain itu kolik juga bisa jadi suatu pertanda sensitivitas bayi terhadap kandungan protein susu yang dikonsumsi oleh sang ibu. Kolik yang tidak mereda juga bisa merupakan tanda adanya kelainan medis berupa hernia atau kelainan saluran pencernaan lainnya.

Walaupun kadang tak ada yang kita bisa lakukan kecuali menunggu saat-saat kolik itu reda dengan sendirinya, namun berikut ini ada beberapa tips yang bisa Anda coba untuk membantu menenangkan sang buah hati.

  • Apabila Anda menyusui, hindarkan makanan atau minuman yang mengandung protein susu (keju, susu, dsb), kafein (teh, kopi, cola, dsb), bawang, kol dan makanan yang berpotensi menimbukan kembung. Apabila bayi Anda minum susu formula, Anda bisa meminta saran dokter anak untuk menggantinya dengan susu yang mengandung protein hydrosylate formula.
  • Jangan terlalu banyak memberi susu bayi Anda.
  • Ajak bayi berjalan-jalan sambil diayun-ayun, gerakan badan dan sentuhan dengan badan yang hangat akan membantu meredakan rasa tidak nyaman yang dialaminya.
  • Memperkenalkan pacifier atau dot (empeng bayi)
  • Tengkurapkan bayi di paha Anda sambil mengelus-elus punggungnya. Tekanan pada perutnya akan membantu meredakan kembung.
Apabila Anda sedang merasa tegang dan tidak dalam kondisi yang prima untuk menenangkan bayi Anda, baik kiranya untuk meminta bantuan kepada orang yang Anda percaya untuk menjaga sang bayi hingga kondisi fisik dan mental Anda siap kembali.[]


No comments:

Post a Comment