Saat ia memasuki tahun kedua, ia mulai dikategorikan sebagai 'toddler', ia akan makin lincah dalam merangkak dan mulai belajar berjalan, bahkan berbicara! Setiap harinya ia akan makin jadi independen, maka saat-saat ia menggelayuti ibunya atau ketergantungan pada Anda akan makin berkurang. Kesadaran ini mungkin membuat perasaan Anda campur aduk antara senang dan sedih - belum lagi kekhawatiran yang mulai muncul memikirkan benturan yang mungkin akan terjadi dengan sang buah hati dan mungkin Anda mulai sudah mengamati benih-benih 'pemberontakan' mulai muncul darinya. Misalkan ia akan menjerit dan menangis saat Anda mengambil sesuatu darinya atau mencegahnya dari berbuat sesuatu, seperti menaiki tangga. Atau ketika Anda menariknya dari sesuatu yang berbahaya seperti saat ia mencoba mendekati kompor yang tengah menyala, biasanya dia akan kembali ke tempat yang sama berulang kali. Atau saat Anda menyiapkan menu makanan yang biasanya menjadi kesukaannya, dia akan menampik dan tak jarang makanan pun tumpah ke lantai dengan sukses, suatu pekerjaan tambahan yang melatih kesabaran bukan?;) Ini adalah saat dimana si kecil bereksperimen dengan "control"- ia ingin mencoba sejauh mana batasan Anda dan dirinya.
Dalam beberapa tahun ke depan, proses eksplorasi sang buah hati terhadap batasan-batasan yang Anda tentukan akan semakin intens. Tapi jangan khawatir, proses ini akan terjadi perlahan-lahan sehingga memberi waktu bagi Anda dan sang buah hati untuk saling menyesuaikan diri. Seorang 'toddler' yang mulai belajar berjalan akan selalu mencari cara untuk melihat dunia sekitarnya dari ketinggian, hal ini kadang membuatnya melakukan hal-hal yang berbahaya seperti naik ke atas meja, kursi atau tangga. Ingatlah bahwa bukan maksudnya untuk melakukan hal yang berbahaya, karena si kecil belum tahu mana yang bahaya mana yang tidak, ia masih banyak tergantung dari Anda untuk menentukan batasan-batasan yang aman baginya.
Ketika si kecil makin mantap dalam menjejakkan kakinya biasanya ia mulai menunjukan tanda ketegasan, ego dirinya sudah mulai terbentuk, ia bisa mengatakan 'tidak'atau 'no'sebagai kata-kata favoritnya, dan mendekati usia dua tahun ia bisa menunjukkan emosi marahnya (tantrum) saat ia dilarang melakukan sesuatu. Pada saat yang sama, si kecil juga akan menunjukkan posesivitas terhadap mainannya atau orang yang dekat padanya. Jika ia melihat Anda menggendong bayi lain, ia akan menunjukkan protesnya dengan menangis. Apabila anak lain bermain dengan mainannya, ia tidak akan sungkan-sungkan untuk 'bertempur'dalam 'war of possession', dan dalam beberapa bulan kemudian kata 'punyaku"atau 'mine' akan menjadi salah satu kata favoritnya. Ini adalah proses mengenal bentukan dirinya, "milikku", ïbuku", mainanku"sebagai pertanda ego dirinya makin berkembang, suatu keniscayaan yang alamiah. Bersikaplah lembut dan penyayang menghadapi situasi seperti ini, anak yang diasuh dalam kasih sayang tentu akan tumbuh lebih optimal. Enjoy the ride!
No comments:
Post a Comment