Tanya : Anak saya yang berusia 17 bulan kadang bertingkah keterlaluan saat ia tidak mendapatkan apa yang ia inginkan. Ia bisa menangis histerik hingga beberapa menit kemudian muntah-muntah. Dan satu-satunya cara menghentikan ngambeknya ini adalah dengan memberinya apapun yang dia inginkan. Saya tahu tidak baik untuk selalu memberi apapun yang ia inginkan, tapi kadang saya suka frustasi tidak tahuh lagi apa yang harus dilakukan. Bagaimana saya mengatasi tantrum berlebihan dari anak saya ini?
Dr. Sears menjawab: beberapa anak bisa jadi lebih sensitif perasaannya dan pada usia toddler seperti ini dan adalah hal yang wajar saat kemampuan komunikasi anak belum berkembang secara sempurna, maka mereka akan berusaha berkomunikasi dengan cara yang saat itu mereka kuasai, merengek, menangis dan beberapa anak terutama laki-laki bisa jadi diikuti dengan gerakan-gerakan fisik karen pada laki-laki kemampuan motoriknya berkembang lebih cepat dibanding kemampuan berbahasa.
Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua jika berada dalam situasi seperti ini.
1. Kenali pencetusnya
Apakah sang anak lelah, bosan, atau marah? Ada anak yang kurang bisa bermain dengan anak lain terutama apabila anak lain sangat agresif, maka sebelum ia mulai meledak emosinya, kita sebagai orang tua sudah menarik dia untuk bermain di tempat lain misalnya. Atau mungkin dia kesal karena belum mahir bermain puzzle dengan keping yang lebih kecil, maka kita ikut terlibat untuk membantunya sebelum emosinya memuncak dan mewujud menjadi tantrum.
2. Kenali mengapa sang anak ngambek
Tantrum ada dua jenis: Tanrum yang berasal dari rasa frustasi dan tantrum yang bersifat manipulatif.
Saat anak ngambek karena mendapat kesulitan mengerjakan sesuatu, misal selalu terjatuh saat hendak menaiki sepeda kecilnya, maka ini kesempatan yang bagus untuk membangun kedekatan dengan anak, libatkan diri anda untuk membantu si kecil dengan kesulitannya, maka ia akan belajar nilai yang positif tentang memberi bantuan dan mendapatkan rasa nyaman juga perasaan bahwa Anda sebagai orang tua dapat diandalkan.
Jenis tantrum lain adalah tantrum yang bersifat manipulatif, yaitu saat si anak ngambek dan berulah semata-mata ingin agar keinginannya dipenuhi tanpa tahu bahwa sesuatu itu tidak baik bahkan berbahaya untuknya. Misalnya ia ngambek karena tidak diperbolehkan memegang pisau. Maka kita tentu harus konsisten untuk tidak memenuhi permintaannya dengan terus memberi penjelasan dan membuat dia merasa nyaman misal dengan memberinya pelukan atau menawarkan benda yang serupa.
3. Ajari anak cara lain mengekspresikan perasaannya
Anak akan belajar bagaimana mengungkapkan perasaan dengan baik dari orang tua. Saat anak ngambek ngga karuan, peluk ia dan katakan dengan penuh sayang sambil menatap matanya, "Mama tahu kakak marah, tapi kalau ingin sesuatu kan bisa bilang baik-baik apa yang kakak inginkan ya sayang."
4. Kenali ambang kesal Anda
Orang tua juga manusia, pada kondisi tertentu bisa jadi kita bisa gampang tersulut emosi dengan tingkah anak yang dianggap menjengkelkan. Jika Anda sudah mulai merasa level emosi meningkat maka tenangkan diri dengan cara yang dianggap tepat; ada yang menghitung dari 1 sampai 10, ada yang berjalan ke ruangan lain untuk menenangkan diri sejenak. Apapun itu cegah diri Anda untuk tidak meledak emosinya di depan anak, ingat Anda adalah orang dewasa di sini sedangkan kelakuan tantrum anak Anda tidak lebih dari reaksi wajar anak pada usianya. So, keep it cool...
Referensi : http://www.parenting.com/article/ask-dr-sears-intolerable-toddler-tantrums
No comments:
Post a Comment