Jika ingin melihat demonstrasi kasih sayang yang tampak nyata dan menghangatkan hati lihatlah kesibukan anak-anak TK (pra sekolah) dan para orang tua yang menjemputnya. Anak usia pra sekolah (usia 3-6 tahun) masih sangat ekspresif dalam mengungkapkan perasaannya. Bahagia, sedih atau kesal mereka bisa terlihat langsung di raut wajahnya. Mereka masih polos dan begitu jujur apa adanya, belum banyak termakan oleh pengaruh sekitar.
Pagi ini saya melihat ada seorang ibu yang bergegas keluar dari kelas meninggalkan anak perempuannya yang menangis, karena masih baru masuk sekolah. Sang ibu menyembunyikan wajahnya dan menyeka air mata yang menetes di pipi sambil berkata "Oh, what a drama...". Saya mengerti betul perasaan dia, pengalaman dengan si bungsu yang masih menangis kalau ditinggal di sekolah bahkan setelah lebih dari tiga bulan membuat hati terbelah rasanya, satu sisi senang kalau dia punya lingkungan sosial baru, di sisi lain ada 'mother instinct' yang selalu ingin memeluknya dan menenangkannya jika dia menangis. Ah, there is no roller coaster feeling like being a parent.
Lalu ada seorang nenek yang meniup kaca dari luar sehingga meninggalkan jejak embun, nenek ini lalu menuliskan lambang hati dengan ujung jarinya. Sementara sang cucu yang ada di sisi lain kaca jendela berjingkrak kegirangan.
Kemudian ada seorang ayah yang berperawakan atletis, berjanggut tebal lari tergopoh-gopoh mengambil boneka Donald Duck yang terjatuh sementara anaknya menangis.
Tak jauh dari sana seorang ibu berdandan rapih lengkap dengan sepatu hak tinggi dan membawa tas laptop di tangan kanan dan tas anak bergambar ´Frozen´ di tangan kirinya bergegas menyusul anak perempuannya yang lebih dulu masuk ke dalam gedung sekolah.
Menakjubkan menyaksikan apa yang orang tua rela lakukan dan dedikasi tinggi mereka untuk anak-anaknya.