Selama bertahun-tahun banyak orang beranggapan bahwa otak bayi adalah replika orang tuanya yang berbagi kode genetik yang sama. Misalnya, apabila ibu memiliki bakat seni maka anaknya akan cenderung mempunyai bakat yang sama. Walaupun memang faktor genetik berperan pada pembentukan bakat anak, penelitian terbaru menunjukkan bahwa faktor lingkungan juga memegang peran yang tidak kalah penting. Baru-baru ini, para neuroscientists menemukan bahwa pengalaman yang bayi dapatkan akan memberikan dampak yang besar pada pertumbuhan otaknya. Kesimpulannya, baik bakat bawaan ataupun peran lingkungan sama-sama memegang kunci pada perkembangan anak.
Penelitian juga menunjukkan bahwa dalam masa-masa awal perkembangannya terdapat beberapa hal penting yang bayi butuhkan, sbb:
- Kebutuhan merasa spesial, dicintai dan dihargai
- Kebutuhan rasa aman
- Bayi merasa perlu percaya diri akan harapannya pada lingkungan sekitar
- Kebutuhan asuhan dan arahan
- Kebutuhan untuk dipaparkan dengan berbagai macam rangsangan seperti bahasa, bermain, eksplorasi, buku, musik dan mainan yang sesuai dengan usianya.
Walaupun sekilas otak bayi tampak lebih simpel dibandingkan otak dewasa, namun pada kenyataannya otak bayi lebih aktif dua kali lipat dibandingkan otak dewasa. Para peneliti saat ini berkesimpulan bahwa potensi terbesar otak untuk berkembang adalah pada tiga tahun pertama kehidupan seorang anak. Tidak hanya proses belajar yang sangat cepat terjadi di sini, tetapi juga dasar-dasar berpikir, merespon dan kemampuan menyelesaikan masalah dibangun di masa yang dikenal juga sebagai "the golden years". Contohnya kemampuan anak untuk belajar bahasa asing di usia ini akan lebih tinggi dibandingkan orang dewasa sekalipun. Ini berarti bahwa pengaruh dari orang tua dan lingkungan akan membentuk bagaimana seorang anak mengatasi emosi, berinteraksi dengan orang lain, juga bagaimana ia berpikir dan bertumbuh secara fisik.
Baik kiranya bagi orang tua untuk memerhatikan kebutuhan nutrisi anak, lingkungan yang penuh kasih dan responsif, saat bermain yang menyenangkan, dukungan dan kata-kata yang positif, percakapan dua arah, buku-buku dan musik yang baik dan kebebasan bagi sang buah hati untuk mengeksplorasi sekitarnya.
(Sumber: Caring For Your Baby and Young Child. American Academy of Pediatrics. 5th Ed, 2009)
No comments:
Post a Comment