Feynman kecil suatu hari menarik-narik kereta mainan dengan bola di atasnya yang menggelinding setiap kali ia menggerakkan keretanya. Fenomena ini membuatnya terpana hingga ia bertanya kepada ayahnya, "Ayah kenapa bola itu bergerak kalau saya tarik keretanya?". Sang ayah menjawab singkat "Itu inersia". Lalu sang anak kembali bertanya, "Apa itu inersia?" Dan sang ayah kembali menjawab dengan santai, "Ya itu gaya yang membuat bola bisa bergerak." :)
Sekian puluh tahun kemudian sang anak yang bernama lengkap Richard Phillips Feynman menjadi fisikawan handal yang dikenal dengan teori "quantum electrodynamics" dan memperoleh penghargaan Nobel di tahun 1965.
Saat diwawancara Feynman mengatakan bahwa percakapan singkat dengan ayahnya di masa kecil tentang bola yang bergerak di atas kereta dorong dan inersia memberikan ia inspirasi untuk mendalami fisika.
Banyak ilmuwan yang mendapatkan inspirasi dari hal-hal keseharian saat masa kecilnya. Sebuah pesan bagi para orang tua atau mereka yang mengasuh anak-anak yang imajinasinya belum terbatas oleh waham-waham dan tembok-tembok ilusi dunia. Biarkan anak-anak bertanya dan jawab pertanyaan mereka dengan sebaik-baiknya, bahkan pertanyaan yang kita anggap konyol sekalipun. Siapa tahu hal itu yang menginspirasi dia dan menemukan jalur hidup yang sesuai dengan kata hatinya.
Keingintahuan itu sangat baik dan biarkan ia terus tumbuh yang dengannya sang mata air pengetahuan akhirnya akan diraih. Meminjam kata salah satu jenius sepanjang masa, Albert Einstein:


No comments:
Post a Comment