Socrates berpendapat bahwa cerita (termasuk bacaan dan tontonan) yang dikonsumsi oleh anak harus diseleksi dengan ketat, karena anak akan cenderung menyerap setiap hal yang mereka terima, lebih jauh Socrates mengatakan bahwa apapun yang diambil anak pada masa itu akan cenderung melekat dalam dirinya sehingga akan sulit untuk diubah.
Anak belum bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk sehingga mengkonsumsi cerita yang menonjolkan keburukan apalagi tanpa pendampingan orang tua akan membuat anak membenarkan perbuatan buruk yang mereka lakukan. Maka cerita yang diserap anak akan membentuk jiwanya.
Lebih lanjut Socrates menekankan pentingnya memperkenalkan nilai-nilai kebajikan di dalam cerita yang disajikan. Pernah Socrates memberikan kritik pedas kepada dua penyair besar pada masanya, yaitu Hesiod dan Homer karena menggambarkan para dewa dan pahlawan dalam imaji yang menurutnya tidak sesuai. Bagi Socrates, dewa-dewa tidak selayaknya digambarkan berperilaku tidak adil karena anak akan menangkap bahwa hal itu merupakan hal yang bisa diterima. Selain itu anak sebaiknya tidak diceritakan bagaimana para dewa saling berperang satu sama lainnya melainkan hanya memperkenalkan bahwa para dewa hanya berbuat kebaikan dan keadilan. Anak juga akan belajar prinsip kesatuan dan harmoni mendengarkan cerita yang damai bukan tentang perpecahan, perkelahian atau kekerasan.
Cerita yang baik, lanjut Socrates adalah yang dapat memupuk keberanian, hidup bersahaja dan rasa keadilan dalam diri anak. Selain itu, cerita yang baik tidak terlalu menggambarkan kegembiraan atau kesedihan yang berlebihan, tidak juga menonjolkan kemewahan dan cinta harta dan kekayaan.
Socrates berpendapat bahwa membuat cerita anak yang disusun dengan baik akan berfungsi sebagai salah satu metode untuk mendidik jiwa sang anak (educating guardians’ soul). Apabila anak terbiasa dengan cerita yang bernuansa kebaikan maka mereka akan membiasakan diri dengan kebaikan dan sebaliknya akan menghindari hal yang tidak baik.
Sumber : http://www.scu.edu/ethics/publications/submitted/dillon/education_plato_republic.
No comments:
Post a Comment