Tuesday, July 8, 2014

Pesan Bawa Muhaiyyaddeen Kepada Guru

Seorang guru bertanya kepada Bawa Muhaiyyaddeen tentang bagaimana cara mengajar yang baik kepada anak didiknya yang duduk di sekolah menengah atas.Ia itu berkata apabila ia bersikap terlalu baik anak-anak itu melunjak, cenderung tidak menunjukkan rasa hormat dan bahkan tidak mengerjakan instruksinya. Sebaliknya jika ia terlalu keras mereka akan berontak, marah dan bahkan dapat membalas dengan cara yang kasar.

Bawa Muhaiyyadden - sang guru sufi kemudian berkata:
Sebagaimana seseorang yang minta dipangkas rambutnya pada seorang tukang gunting rambut, maka itu baru bisa terjadi bila orang tersebut duduk diam dan tenang supaya sang tukang gunting rambut bisa mengerjakan tugasnya dengan baik dengan hasil yang diinginkan. Demikian halnya dengan mengajar.

Sebelum mulai pengajaran yang Anda harus lakukan begitu memasuki ruang kelas adalah mengajak semua anak berdoa kepada Tuhan selama dua menit. Luruskan niat hanya untuk-Nya. Katakanlah kepada para murid, "Anak-anak mari kita berdiri dan berdoa kepada Tuhan dari lubuk hati yang paling dalam." Jadikan itu kebiasaan sebelum Anda memulai pengajaran. Ikutlah berdiri dan berdoa dengan khusyu bersama para anak didik.

Setelah itu ceritakan kepada mereka kata-kata hikmah yang penuh cinta selama sekitar lima menit, lalu katakan kepada mereka,

"Anak-anakku yang tersayang, saya berdiri di sini sebagai guru dan kalian semua sebagai murid. Seyogyanya tercipta rasa kesatuan dan harmoni antara guru dan murid-muridnya, sebagaimana terciptanya persatuan dan harmoni antara Tuhan dan hamba-Nya. Demikian pula hati kita harus bersatu dan selaras dengan kebenaran. Kita mesti menjalani hidup dalam harmoni dan selaras dengan Yang Maha Pencipta.

Anak-anakku yang tercinta, agar pelajaran yang diberikan bisa diserap dan dimengerti dengan baik, maka kalian harus menaruh kepercayaan penuh pada saya sebagai guru. Hanya dengan cara ini - saat hati dan pikiran kita tersambung maka pencerahan ilmu pengetahuan dapat diraih."

Kemudian, mari kita renungkan sejenak tentang kehidupan. Ketahuilah bahwa apapun kebiasaan yang kita lakukan saat muda akan tertanam kuat terbawa hingga mati. Apabila sejak muda kita terbiasa berbuat baik dan memiliki pergaulan yang baik, maka itu akan menjadi bagian yang akan selalu ada dalam diri kita. Apabila sejak muda kita belajar hikmah dalam hidup, maka ajaran itu akan terus bersinar di dalam dada kita masing-masing.

Masa-masa sekolah seperti ini akan cepat sekali berakhir. Hidup di dunia ini sungguh secepat kilat. Saat kita dilahirkan, selama dua tahun lamanya kita dalam asuhan ibunda. Sejak usia tiga hingga lima tahun kita mulai senang bermain, mulai mengenal angka, huruf dan senang bermain dengan berbagai macam mainan. Lalu saat mulai sekolah hingga usia sekitar 18 tahun kita mulai mengenal jauh lingkungan sekitar, biasanya banyak hal terjadi di sini, termasuk hal yang kurang baik atau kurang berkenan, apakah itu berkaitan dengan lingkungan teman, tetangga atau keluarga. Hal-hal seperti itu dapat mengganggu jalannya proses belajar dan perkembangan jiwa masing-masing.

Oleh karena itu, Anda sudah tidak boleh  main-main lagi memasuki masa tersebut dan harus mulai belajar dan mempraktikkan nilai-nilai kebajikan. Anda harus mulai belajar bertanggung jawab untuk menunaikan kewajiban Anda sebagai pelajar, sebagai anak, sebagai tetangga dsb. Ketahuilah bahwa masa sekolah yang sekejap ini akan menorehkan arah kehidupan Anda di masa yang akan datang. Apabila sejak sekarang Anda tidak bekerja keras untuk mempelajari kebaikan, tidak serius dalam menuntut ilmu, maka hidup Anda selanjutnya akan sulit dan penuh dengan penderitaan. Inilah periode emas dimana Anda harus belajar nilai-nilai kasih, sabar, toleran dan perdamaian. Kadang Anda harus mempelajari semua nilai itu dengan cara yang tidak mengenakkan dan harus menjalani kehidupan yang sulit.

Bahkan saat Anda merasa tidak suka dengan sifat guru Anda tetaplah diam dan pelajari ajaran yang disampaikannya baik-baik. Berjuanglah untuk senantiasa menunjukkan antusiasme dalam belajar, hanya dengan cara ini Anda akan sukses dalam kehidupan. Jangan sia-siakan masa belajar ini! Nanti setelah Anda lulus masih ada waktu untuk bermain-main, namun sekarang bukan saatnya. Karena ini adalah masa yang sangat genting bagi perkembangan jiwa Anda.

Saat inilah dimana badan Anda sedang dalam masa puncak, pikiran Anda sedang dalam energi optimalnya. Inilah saat yang tepat untuk menyerap ilmu dan hikmah sebanyak mungkin, inilah saat untuk meraup harta karun yang tak ternilai di dunia ini. Disinilah titik genting dalam rentang kehidupan Anda, apa yang Anda lakukan di episode ini adalah gambaran Anda di masa depan. Sadarilah hal ini dan gunakan waktu dengan bijak."

Awali setiap pengajaran dengan hal seperti ini, mulai dengan berdoa kemudian ajarkan mereka sepenggal hikmah kehidupan. Jika Anda lakukan ini, maka murid-murid Anda akan lebih patuh dan mulai mendengarkan dengan seksama.

(Terjemahan bebas dari Questions of Life Answers of Wisdom. Fellowship Press)

No comments:

Post a Comment