Seberapa jauh kita harus memperkenalkan anak pada dunia?
Apakah baik membawa anak ke tempat seperti taman rekreasi?
Bagaimana kita menyeimbangkan antara memperkenalkan anak pada dunia dan melindungi darinya?
Apakah baik membawa anak ke tempat seperti taman rekreasi?
Bagaimana kita menyeimbangkan antara memperkenalkan anak pada dunia dan melindungi darinya?
Bawa Muhaiyaddeen: Apapun yang dipelajari seorang anak bagaikan mengukir di atas batu. Kualitas apapun yang dicontohkan kepadanya akan ia serap dan menjadi kuat seiring ia bertambah dewasa. Mereka akan merekam semua perbuatan di sekitarnya seperti kamera yangmerekam apapun pemandangan yang ada. Hal ini harus disadari oleh para orangtua.
Apabila Anda mengajarkan hal-hal yang baaik, maka itu akan terpatri di dalam hatinya. Demikianlah, jika orang tua mengajarkan kepada mereka tentang iman kepada Tuhan dan sifat-sifat baik Tuhan, mengajaknya untuk menjadi pencari Tuhan, menunjukkannya akhlak yang baik, maka hal-hal itu yang akan tertanam dalam di hati mereka. Anak-anak akan melihat perbuatan orang tuanya dan akan menirunya, itu akan menjadi benih yang akan tumbuh hingga mereka dewasa.
Tapi jika Anda membawa mereka ke taman bermain, danau atau berbagai pertunjukan hiburan, hal-hal seperti ini yang akan melekat dalam hati mereka hingga mereka dewasa. Kemudian akan lebih sulit untuk mengubahnya.
Hal-hal yang bersifat duniawi akan selalu tersedia. Apapun kesenangan yang Anda lihat hanya akan bersifat sementara, dunia hanya panggung hiburan sesaat. Anak-anak akan selalu bisa melihat dan menikmati hal seperti itu nanti. Akan tetapi bila sifat-sifat baik lalai ditanamkan sehingga membekas di hati mereka saat kecil, akan lebih sulit untuk mengajarkan pada mereka saat mereka dewasa.
Oleh karena itu, selagi anak masih berusia muda ajarkanlah kepada mereka sifat-sifat baik dan perilaku yang indah. Ajarkan kepada mereka bagaimana bersifat toleran dan damai. Tunjukkan kepada mereka sifat-sifat itu dalam perilaku orang tua sehari-hari. Maka hal-hal itu yang akan mereka bawa saat mereka memasuki masa sekolah, bekerja atau hal lainnya. Hal yang mereka pelajari di masa kecil akan selalu diingat, mereka akan berpikir "Percayalah kepada Tuhan. Itu yang ayah dan ibu saya selalu ajarkan."
Walaupun si anak akan tersesat melakukan kesalahan dalam hidup, tapi pilar-pilar kebaikan yang sudah tertanam sebelumnya akan melindungi mereka dan membawa mereka kembali pada jalan kebenaran.
Maka lihatlah ke dalam diri masing-masing, kualitas apa yang Anda ajarkan kepada anak melalui perilaku Anda dan sikap Anda menghadapi kehidupan?
(Terjemahan Bebas dari : Questions of Life and Answers of Wisdom by the contemporary Sufi M.R. Bawa Muhaiyyaddeen. Fellowship Press, Philadelphia. 1991.)
No comments:
Post a Comment