Banyak orang tua yang menerapkan metoda mengajarkan agama kepada anak sama seperti saat mereka dulu diajarkan oleh orang tua atau gurunya, akan tetapi anak-anak sekarang adalah mereka yang dibesarkan dan akan menghadapi dunia yang jauh berbeda dengan orang tuanya dahulu. Anak-anak sekarang makin kritis dan itu sebenarnya adalah hal yang baik di tengah-tengah era banjirnya informasi yang mereka dapatkan dengan mudah hanya dengan menggerakkan jari di gadgetnya masing-masing.
Anak-anak sekarang tidak bisa lagi dicekoki dengan doktrin dan dogma begitu saja apalagi dibubuhi "pokoknya harus nurut!" atau "ngga usah banyak tanya!". Apa yang terjadi? Mereka akan mencari jawaban di luar rumah dan lebih parah lagi mereka akan menjarak bahkan lari dari rumah dan orang tua yang diharapkan menjadi pelabuhan yang aman dari gejolak dinamika dunia yang akan selalu menerpanya.
Setiap orang tua mesti menyadari hal ini, sehingga saat anak-anak datang kepada kita dengan sejuta pertanyaan bahkan dengan pengakuan atas kesalahan yang mereka telah perbuat yang diharapkan muncul dari orang tua adalah kemampuan untuk menenangkan mereka, memeluk mereka dengan kasih dan menguatkan mereka dengan kata-kata cinta dan hikmah, karena hati akan menerima apa-apa yang disampaikan juga dari hati.
(Adaptasi dari "What's happening to today's children", Bawa Muhaiyyaddeen)
No comments:
Post a Comment